Kedatangan TOFI di bandara Soekarno Hatta. Dari kiri: Irfan Zaki Harlen, Johanes Suharjo, Ferris Prima Nugraha, Gerry Windiarto Mohamad Dunda, Andrew Wijaya, Faisal Husni, Bonfilio Nainggolan.
Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) kembali menorehkan prestasi di kancah global dengan meraih 1 medali emas, 1 medali perak, dan 5 Honorable Mention dalam Asian Physics Olympiad (APhO) ke-18 yang diselenggarakan di Yakutsk, Rusia pada 1 – 9 Mei 2017. APhO ke-18 ini diselenggarakan oleh Moscow Institute of Physics and Technology yang merupakan salah satu universitas terbaik di Rusia. Tahun ini 23 negara yang berpartisipasi yaitu Australia, Azerbaijan, Bangladesh, Cina, Taiwan, Hongkong, India, Indonesia, Israel, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Macao, Mongolia, Rumania, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Sri Langka, Thailand, Turki, Turkmenistan, Uni Emirat Arab, dan Vietnam.

Peraih medali emas APhO ke-18 ini adalah Gerry Windiarto Mohamad Dunda (SMAN MH Thamrin, Jakarta). Peraih medali perak adalah Ferris Prima Nugraha (SMAK Penabur Gading Serpong), sementara peraih Honorable Mention adalah Faizal Husni (SMA Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan), Andrew Wijaya (SMA St. Angela Bandung), Johanes Suhardjo (SMAK Frateran Surabaya), Bonfilio Nainggolan (SMAN 48 Jakarta) dan Irfan Zaky Harlen (SMAN 8 Jakarta). Siswa-siswa ini diseleksi dan dibina oleh Yayasan Sinergi Mencerdaskan Tunas Negeri (SIMETRI) selama 3 bulan. Pimpinan tim Indonesia pada APhO tahun ini adalah Hani Nurbiantoro Santosa, Ph.D. dan Franky Lumbantobing, M.Sc.

Hampir semua pimpinan tim mengakui bahwa soal APhO tahun ini merupakan soal yang paling sulit sepanjang sejarah penyelenggaraan APhO. Hal ini tercermin dari jumlah medali emas yang relatif sedikit, hanya 18, dan batas nilai perolehan medali yang lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu keberhasilan semua siswa perwakilan Indonesia meraih medali adalah prestasi yang sangat membanggakan. Topik yang diujikan pada soal teori adalah mengenai pusaran pada superfluida, tumbukan dua lubang hitam super masif, dan dinamika puing-puing antariksa. Soal eksperimen yang diujikan adalah mengkarakterisasi sifat dari Photonic Crystal.

Pembinaan dan pemberangkatan TOFI ke APhO 2017 dilakukan oleh Yayasan Sinergi Mencerdaskan Tunas Negeri dengan didukung oleh PT Adaro Energy, Tbk., PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero).

Prestasi Indonesia di APhO sejak tahun 2000 sangat baik, sampai tahun ini Indonesia sudah meraih 32 medali emas, 22 perak, 35 perunggu dan 49 Honorable Mention (HM).

Acara penutupan APhO 2017 akan dilangsungkan pada tanggal 8 Mei 2017. Rombongan TOFI akan kembali ke Jakarta pada Rabu, 10 Mei 2017 jam 17.40 WIB dengan penerbangan GA 867

Leave a Comment